Bismillahirrahmaanirrahiim...
Dalam ayat-ayat sebelumnya telah disinggung pernyataan mengenai
siksaan dan balasan Ilahi di dunia ini dengan cara diturunkannya siksaan
terhadap para pendosa secara tiba-tiba. Sementara dalam ayat ini
disebutkan mengenai siksa bagi orang-orang yang jahat dan pendosa pada
Hari Kiamat, sebagaimana mereka telah melakukan kejahatan tersebut
terhadap sesamanya. Mereka sendiri tidak mau berhenti dari berbuat
kejahatan, sehingga mereka akan mendapatkan azab dan siksaan yang sangat
pedih untuk selamanya. Dasar pemberian siksaan Ilahi itu tergantungkan
pada amal perbuatan manusia sewaktu di dunia. Begitu pula mereka dalam
menghadapi kejahatan yang telah mengkristal senantiasa akan merasa
tersiksa.
Dari ayat tersebut terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Dalam kebudayaan Islam, kezaliman tidak hanya terhadap orang-orang
lain, akan tetapi yang namanya dosa bukan terbatas pada kezaliman.
Karena berbuat zalim terhadap diri sendiri juga zalim terhadap para nabi
yang diutus untuk kepada umat manusia.
2. Siksa dan balasan
Allah adil dan setimpal dengan amal perbuatan manusia, dan sekali-kali
bukan melebihi dari amal perbuatannya.
(tafsirQuran)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar