Minggu, 10 November 2013

Dear Pahlawanku

Aku dan Mama

Aku hadir dengan Balutan Keringat Peluh
Aku menangis, dia sambut dengan airmata teduh,
Aku disambut hangat dengan Senyum sumringah,
Dengan desahan nafas penuh Syukur tiada keluh,

Disana, Ayah menanti
Telah siap dengan Kata-kata Suci
Bersyukurnya kelahiranku, semoga Penuh Arti

Dengan Sabar Ayah dan Ibu menunggu
Ibu Lupa pada sakitnya setelah melahirkanku
Ibu Begitu Bahagia melihat pipiku yang kemerahan
Bibir mungil ku yang menangis kehausan
Ayahpun begitu, Rela pulang balik Rumah-Rumah Sakit 
Mengejar kebutuhan kami sehari hari di Rumah Sakit
Belum lagi Abang dan Kakakku yang juga masih kecil 
Banyak Rengeknya
Ayah saja yang mengaturnya
Ayah tetap Pandai menjaga rengekkan kami
Agar kami selalu rindu akan hangatnya pelukkannya menenangkan kami

Berjalannya waktu.........
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kini aku sudah berlari-lari kesana kemari
Ke Kampus, Kantor, Organisasi dan tempat lainnya yang menanti
Sekali-kali aku singgah sebentar dirumah
Untuk Tidur dan Mandi saja
Makan pun jarang sempat dirumah
Berpikir bisa cari makan saja nanti di jalan

Oh Perih..
Ketika aku teringat
Nikahan Uni, sudah melahirkan satu orang anak M. Azka Fairuz
Bahwa jarang aku menikmati Hidangan yang telah Ibu siapkan
Padahal Ibu telah melupakan Penat nya agar tetap bisa siapkan Hidangan terbaiknya
Padahal Ibu tak pernah mengeluh akan Letihnya

Abang dan Kakakku pun kini telah jauh masa terbangnya
Sekali Abang dan Kakakku begitu rajin menanyai kabar kami
Tergambar senyum menawan melihat Ayah dan Ibu,
seketika di layar handphone  nya tertulis nama sang Anak tercinta memanggil
Pernah tergurat kesal ketika Sinyal tak bersahabat ketika mereka bercakap
Padahal selalu ingin bercakap tanpa ada batas ruang dan waktu
Nikahan Abang. Papa disebelah Abang

Ayah dan Ibu
dengan apa aku gambarkan bahwa aku malu !
Tampar aku !
Biar aku terhentak!
Dan aku akan kembali pada Kondratku sebagai Anakmu..

Dear Pahlawan
Yah! Kalianlah Pahlawanku
Pahlawan dalam Jiwa dan Raga ku
Pahlawan setiap angan dan asa kehidupan

Doaku dalam setiap keseharianku
Semoga Kelak Syurga menjadi Hak dirimu, Ayah dan Ibu
Aku akan berbakti
Segenap Bakti yang tiada terbatas janji

Dear Pahlawanku
Aku Bangga
Aku Cinta, Sayang sepenuh hati

dari Aku, Pahlawaku
Hangat Kasih dan Rindu selalu kutunggu
Terimalah Baktiku.

Oleh : Aku. Dalam Riak riak Tangis dalam merindu.
({})





Tidak ada komentar:

Posting Komentar